Obat Gusi Bengkak Alami dan Manjur  Sumber

Obat Gusi Bengkak Alami dan Manjur Sumber


Hasil gambar untuk sakit gigi

Obat Gusi Bengkak Alami dan Manjur Oleh dr. Ahmad Muhlisin Masalah gusi bengkak yang sering disebabkan oleh adanya peradangan “gingivitis” tentu akan menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Walau demikian, ada banyak pilihan pengobatan gusi bengkak, baik yang sederhana, obat alami, ataupun perawatan profesional oleh dokter. Secara umum, prinsip pengobatan gusi bengkak akan disesuaikan dengan penyebabnya misalnya karena cedera, infeksi, alergi dan sebagainya. Kita juga perlu menyesuaikan dengan gejala apa saja yang ditimbulkan akibat gusi bengkak, misalnya rasa sakit, perdarahan dari gusi, adanya nanah dan sebagainya. Kali ini akan kami bahas pilihan obat gusi bengkak alami atau tradisional dengan bahan-bahan yang mudah di dapat, masing-masing bahan yang ada dalam daftar ini memiliki keunggulan masing-masing, jadi sesuaikan dengan gejala yang Anda rasakan. Obat Alami Gusi Bengkak Cengkeh Anda dapat mencampur minyak cengkeh dengan lada hitam dan oleskan pada daerah yang terkena untuk mengobati rasa sakit dan peradangan yang terkait dengan gusi bengkak. Minyak cengkeh juga bisa langsung diterapkan untuk mengurangi pembengkakan. Anda juga bisa mengunyah beberapa siung cengkeh untuk mengatasi masalah gusi bengkak. Jahe Buatlah pasta dengan menggunakan bahan berupa jahe dan garam. Gosokkan pasta ini langsung pada daerah yang terkena untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan akibat gusi bengkak. Lihat juga: Jahe untuk Diabetes Bawang putih Siapkan satu siung bawang putih lalu tumbuk dengan garam sedikit saja, kemudian oleskan pada gusi yang sakit. Ini dapat meredakan rasa sakit pada gusi dengan cepat. Lebih lanjut: Manfaaf Bawang Putih bawang putih untuk gusi bengkak Jeruk nipis Buatlah jus yang terbuat dari jeruk nipis, lalu rebus beberapa menit. Berkumur dengan larutan ini 2 kali dalam sehari dapat membantu mengobati gusi bengkak. Cara lain yaitu mencelupkan sepotong jeruk nipis ke dalam larutan garam, lalu peras agar cairan jeruk keluar yang kemudian dapat diterapkan langsung pada gusi yang bengkak. Lebih lanjut: Manfaat Jeruk Nipis jeruk nipis Air Garam Ini merupakan obat gusi bengkak yang sudah cukup terkenal lama, walaupun sepertinya kuno, namun cara ini masih efektif mengobati gusi bengkak. Berkumurlah dengan air hangat yang mengandung garam (1 sendok teh dalam 1 gelas air) selama 1 menit 3 kali sehari. Larutan garam ini dapat membunuh bakteri dan mempercapat penyembuhan. Baking Soda Baking soda bisa digunakan sebagai obat alami gusi bengkak. Memijat daerah yang terkena dengan campuran baking soda dan ekstrak kunyit dapat membantu menyembuhkan masalah gusi bengkak. Anda juga dapat menggunakan baking soda untuk menggosok gigi. Minyak Biji Jarak Buatlah pasta yang terbuat dari minyak biji jarak dan kamper untuk diterapkan pada gusi bengkak (di pagi dan sore hari), cara ini cocok untuk membantu mengatasi gusi berdarah dan bengkak yang terkait dengan gingivitis. Lidah Buaya Dalam hal ini kita gunakan gel lidah buaya dengan cara mengoleskannya pada gusi yang bengkak, obat alami ini dapat perdarahan dan rasa sakit akibat gusi bengkak. Berkumur dengan gel lidah yang dilarutkan dalam air juga dapat membantu mengobati gusi bengkak. Lakukan cara ini beberapa kali dalam sehari. The assistant clinical professor, Erica Shapira (Pacific School of Dentistry) mengklaim bahwa gel lidah buaya memiliki peran sebagai agen terapi dan dapat mengurangi pembentukan plak gigi sebagai salah satu penyebab gusi bengkak. Air Tahukah Anda bahwa fungsi utama dari air liur adalah untuk membunuh bakteri, memecah makanan dan secara umum berfungsi menjaga kebersihan mulut. Dengan banyak minum air, maka ini akan membantu meningkatkan produksi air liur sehingga masalah gusi bengkak atau lainnya dapat dengan cepat membaik.
Sumber
Obat Sakit Gigi Alami Paling Ampuh dan Mudah Dibuat

Obat Sakit Gigi Alami Paling Ampuh dan Mudah Dibuat

Hasil gambar untuk sakit gigi

Gusi Anda berdenyut? atau Gigi terasa nyeri, bahkan nyerinya sampai ke kepala ? Itu bisa jadi Anda mengalami sakit gigi. Anda jangan buru-buru pergi ke apotek, karena ada banyak obat sakit gigi alami yang ampuh dan aman. Tidak percaya? Baca artikel ini sampai selesai. Sakit gigi terjadi ketika wilayah tengah gigi atau yang dikenal sebagai pulpa mengalami iritasi atau radang. Pulpa terdiri atas beberapa ujung saraf yang sangat sensitif dan juga pembuluh darah. Pulpa dapat mengalami iritasi atau peradangan dikarenakan berbagai alasan, seperti gigi berlubang, infeksi, gigi retak, penyakit gusi, atau gangguan sendi rahang. Jika sakit gigi menyerang, maka langkah yang paling tepat adalah pergi dokter gigi. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba beberapa obat sakit gigi alami berikut ini sebagai langkah awal penanganan rasa sakit yang bisa Anda lakukan di rumah. Bagi ibu hamil dan anak-anak, sebaiknya simak artikel berikut: Obat Sakit Gigi untuk Ibu Hamil, Efektif dan Aman Obat Sakit Gigi untuk Anak, Efektif dan Aman Apa Sajakah Obat Alami Sakit Gigi? Berikut ini kami jelaskan obat sakit gigi alami yang dapat membantu meredakan nyeri pada gigi Anda.
1. Garam dan Lada Garam yang dicampur dengan lada dapat dijadikan sebagai obat sakit gigi alami. Hal tersebut dikarenakan keduanya memiliki sifat antibakteri, anti-inflamasi dan analgesik, sehingga sangat bermanfaat untuk mengobati sakit gigi. Untuk membuat obat sakit gigi alami dari garam dan lada, Anda dapat mengikuti beberapa langkah berikut ini: Ambil garam dan lada, samakan jumlah takaran yang digunakan, misalnya 1:1. Kemudian campur garam dan lada dengan beberapa tetes air hingga menggumpal seperti pasta Oleskan langsung campuran tersebut pada gigi yang sakit dan diamkan terlebih dahulu selama beberapa menit. Untuk hasil yang maksimal, lakukan hal tersebut setiap hari hingga sakitnya reda. 2. Bawang putih Obat sakit gigi alami berikutnya adalah bawang putih. Sifat antibiotik yang terdapat pada bawang putih sangat efektif untuk mengurangi rasa sakit pada gigi. Ada dua langkah yang dapat Anda lakukan untuk meredakan sakit gigi menggunakan bawang putih: Cara Pertama: Pertama, tumbuk bawang putih dan cengkeh hingga halus atau menjadi bubuk. Campur bubuk bawang putih dan cengkeh tersebut dengan garam dapur secukupnya. Setelah itu, tempelkan langsung pada gigi yang sakit. Lakukan pengobatan tersebut secara berulang selama beberapa hari. Cara Kedua: Ambil satu atau dua siung bawang putih. Kemudian, kunyah bawang putih tersebut untuk meredakan sakit gigi. Anda pun dapat mengulangi pengobatan alami tersebut selama beberapa hari. Masih banyak manfaat bawang putih lainnya, lihat disini: Kandungan dan Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan 3. Cengkeh Cengkeh juga dapat digunakan sebagai obat sakit gigi alami. Hal tersebut dikarenakan, cengkeh memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, antioksidan, dan sifat anestesi. Sifat-sifat tersebutlah yang dapat membantu mengurangi rasa sakit gigi dan juga mampu melawan infeksi pada gigi. Ada dua cara pengobatan sakit gigi alami menggunakan cengkeh, yaitu: Cara Pertama: Ambil dua butih cengkeh utuh, lalu tumbuk hingga halus. Setelah halus, campuran bubuk cengkeh tersebut dengan sedikit minyak zaitun atau minyak sayur. Kemudian, oleskan langsung pada gigi yang sakit. Cara Kedua: Siapkan minyak cengkeh secukupnya Kemudian, tuangkan minyak cengkeh pada kapas, lalu gosokkan langsung pada gigi yang sakit. Anda juga dapat menggunakan minyak cengkeh sebagai obat kumur, dengan menuangkannya ke dalam setengah gelas air. Cengkeh juga bisa digunakan sebagai obat gusi bengkak alami. 4. Bawang Merah Tidak hanya bawang putih, ternyata bawang merah juga  dapat digunakan sebagai obat sakit gigi alami. Bawang merah memiliki sifat antiseptik dan antimikroba yang dapat mengontrol sakit gigi. Hal tersebut dapat membantu meredakan sakit gigi dan juga membunuh kuman penyebab infeksi. Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk mengurangi rasa sakit pada gigi dengan bawang merah yaitu sebagai berikut: Jika gigi mulai terasa nyeri, maka kunyahlah bawang merah mentah selama beberapa menit. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi rasa sakit pada gigi. Jika Anda tidak dapat mengunyahnya, makan letakkan atau tempelkan sepotong bawang mentah pada gigi yang sakit. 5. Asafetida Asafetida adalah sejenis tanaman yang biasa digunakan untuk masakan India, seperti kare. Asafetida juga dapat digunakan sebagai obat sakit gigi atau gusi berdarah. Cara menggunakan Asafetida sebagai obat sakit gigi alami, yaitu: Campurkan satu setengah sendok teh bubuk asafetida dengan dua sendok teh jus lemon hangat. Setelah itu, sentuh campuran tersebut dengan kapas dan tempelkan pada gigi yang sakit. Hal tersebut akan cepat meredakan rasa sakit. Agar lebih cepat reda, Anda juga dapat menggoreng asafetida dengan mentega, kemudian diletakkan pada gigi yang sakit. 6. Air Garam Hangat Segelas air garam hangat dapat membantu meredakan sakit gigi dan gusi bengkak. Cara yang harus dilakukan, yaitu: Masukkan setengah sendok makan garam ke dalam segelas air hangat, aduklah hingga rata. Kemudian gunakan cairan tersebut untuk berkumur-kumur selama 1 menit. Hal tersebut akan membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan, serta melawan bakteri penyebab infeksi. Air garam hangat juga merupakan obat sariawan alami yang terbukti manjur. 7. Daun Jambu Biji Daun jambu biji ternyata juga dapat meringankan sakit gigi. Hal tersebut dikarenakan sifat anti-inflamasi, analgesik, dan sifat antimikroba yang terkandung di dalamnya. Cara meredakan sakit gigi dengan daun jambu ada dua, yaitu: Cara Pertama: Kunyah satu atau dua daun jambu muda sampai rasa sakit pada gigi menjadi reda. Apabila sulit mendapatkan daun jambu, Anda juga dapat mengunyah daun bayam. Cara Kedua: Siapkan empat atau lima lembar daun jambu. Kemudian, rebus daun jambu tersebut dengan air. Setelah matang, diamkan hingga hangat, lalu tambahkan garam secukupnya. Gunakan larutan tersebut sebagai obat kumur. 8. Ekstrak Vanili Ekstrak vanili adalah obat sakit gigi alami yang sudah banyak dikenal. Selain itu, ekstrak vanili juga dapat memberikan efek tenang pada gigi yang sakit. Proses pengobatan alami dengan ekstrak vanili adalah sebagai berikut: Celupkan kapas ke dalam ekstrak vanili, lalu oleskan pada daerah yang gigi yang sakit. Lakukan ini beberapa kali dalam sehari sampai gigi Anda terasa lebih baik. 9. Jus Rumput Gandum Rumput gandum memiliki sifat antibakteri alami yang dapat membantu melawan kerusakan gigi dan meredakan sakit gigi. Langkah-langkah membuat obat sakit gigi alami menggunakan jus rumput gandum, yaitu: Ambil segelas jus rumput gandum, lalu gunakan jus tersebut sebagai obat kumur. Jika Anda suka, maka Anda juga dapat mengunyah rumput gandum. Lakukan terus pengobatan tersebut secara berulang untuk menyerap racun dari gusi, mengurangi pertumbuhan bakteri, dan mencegah terjadinya infeksi. 10. Kompres dengan Air Dingin Sakit gigi biasanya menyebabkan pipi Anda membengkak. Pembengkakan juga bisa pertanda infeksi serius pada bagian gigi dan rahang. Untuk meringankan rasa sakit tersebut, Anda dapat menggunakan air dingin atau air es. Perhatikan langkah-langkahnya, seperti berikut: Ambil satu buah handuk, kemudian masukkan ke dalam air dingin atau es Setelah itu, peras dan tempelkan handuk tersebut pada bagian pipi yang bengkak. Selain meredakan pembengkakan, hal tersebut juga dapat membantu mengurangi rasa sakit. 11. Gunakan Es Batu Es batu juga dapat meredakan sakit gigi. Rasa dingin yang diberikan oleh es batu mampu membuat daerah yang sakit menjadi mati rasa. Ikuti langkah-langkah pengobatan sakit gigi dengan es batu, berikut ini: Ambil es batu lalu bungkuslah dengan selapis kain halus. Kemudian, tempelkan es batu terbungkus tersebut secara perlahan pada bagian pipi yang di dalamnya terdapat gigi yang sakit. Lakukan hal tersebut selama 7 menit, hingga daerah yang sakit menjadi mati rasa. Hal tersebut bertujuan untuk meredakan rasa sakit pada gigi. Berbagai obat alami sakit gigi tersebut merupakan alternatif pengobatan yang dapat Anda lakukan di rumah. Diharapkan salah satu dari sekian obat alami tersebut dapat efektif mengobati sakit gigi Anda. Apabila pengobatan alami sudah dilakukan dan ternyata tidak membuahkan hasil, maka bisa jadi kondisi gigi Anda sudah kian parah, maka dari itu pergilah ke dokter gigi. Konsultasikan gejala dan sakit yang Anda rasakan. Dokter pun akan memberikan beberapa tindakan medis, seperti pemberian Aspirin, ibuprofen, atau obat sakit gigi lainnnya yang lebih ampuh untuk meredakan sakit pada gigi Anda.
Sumber: Obat Sakit Gigi Alami Paling Ampuh dan Mudah Dibuat - Mediskus
10 Pantangan Setelah Cabut Gigi Wajib Diperhatikan

10 Pantangan Setelah Cabut Gigi Wajib Diperhatikan

Hasil gambar untuk sakit gigi

Sakit gigi sangat tidak nyaman rasanya. Aktivitas apapun yang dilakukan menjadi tidak fokus. Bahkan, tidur tidak bisa nyenyak. Dari semua tindakan pada perawatan dan pengobatan gigi, salah satunya adalah mencabut gigi.  Biasanya hal ini adalah alternatif terakhir yang dilakukan dan banyak orang juga khawatir dengan akibat pencabutan gigi.

Mengapa gigi harus dicabut?  Ternyata tidak semua gigi yang harus dicabut karena alasan gigi tidak dirawat.  Di bawah ini beberapa penyebab gigi harus dicabut.

Gigi Rusak
Gigi dianggap harus segera dicabut, apabila rusak parah dengan lubang yang sudah tidak bisa ditambal lagi. Bahaya gigi berlubang yang dibiarkan sampai merusak syaraf mata.  Gigi yang keropos juga termasuk ke dalam gigi rusak.  Pada kasus ini, obat sakit gigi berlubang sudah tidak dapat digunakan dengan efektif.

Gigi Berdesakan
Gigi yang tumbuh melebihi tempat gigi yang ada, sehingga akhirnya gigi tumbuh bertumpuk-tumpuk dan berdesakan.  Bila ingin merapikan gigi tersebut agar bentuknya indah, maka beberapa gigi harus dicabut.  Yang paling umum dilakukan adalah pencabutan terhadap gigi bungsu.  Pencabutan merupakan cara mengatasi gigi bertumpuk yang paling awal.

Infeksi Gigi
Gigi mengalami infeksi atau gangguan kesehatan lain.  Karena hal tersebut, maka gigi harus dicabut agar infeksi tidak mengganggu gigi lain.

Dengan alasan-alasan tertentu maka orang mencabut giginya.  Namun, setelah pencabutan tidak semua berjalan baik. Ada yang kemudian menjadi penyebab sakit gigi kambuh dan sebagainya.  Untuk menghindari masalah setelah gigi dicabut dan mempercepat proses penyembuhan maka ada pantangan setelah cabut gigi yang wajib diketahui dan dilaksanakan, terutama jika pencabutan dengan operasi gigi. Beberapa pantangan tersebut adalah seperti di bawah ini.

Berkumur-kumur
Pada saat proses pencabutan gigi selesai, biasanya dokter sudah meminta pasien berkumur-kumur, baru meletakkan kapas di bagian yang dicabut giginya. Setelah itu, sebaiknya pasien yang giginya dicabut tidak perlu berkumur-kumur lagi. Meskipun pasien merasa tidak nyaman karena merasa ada bekas darah di mulutnya.

Berkumur-kumur, apalagi dengan kuat akan menekan gusi pada gigi yang baru dicabut dan mengganggu proses pembekuan darah. Pembekuan akan gagal dan bagian gusi dapat berdarah kembali. Jika pasien harus berkumur, misalnya bagian dari wudhu, maka berkumurlah dengan perlahan, jangan kuat-kuat dan berulang-ulang.

Mengisap Gusi
Selesai pencabutan gigi, biasanya pasien akan diberi obat penghilang rasa sakit karena sedikit sakit saat selesai gigi dicabut adalah wajar.  Jangan mengisap gusi yang giginya dicabut, meskipun terasa sakit.  Pembekuan darah yang sudah terjadi sehingga darah berhenti mengalir akan kembali terbuka. Dengan mengisap gusi, memungkinkan terjadi aliran darah atau pendarahan kembai pada bekas gigi yang dicabut. Salah satu gerakan mengisap yang dilarang adalah minum menggunakan sedotan. Jika pasien ingin minum, sebaiknya dengan cara bisa dan tidak menggunakan sedotan sementara waktu.

Menyentuh Gusi
Ketika ada rasa tidak nyaman, terkadang pasien menyentuh gusi  tempat gigi sebelum dicabut. Hal ini tidak boleh atau pantang untuk dilakukan karena khawatir terjadi infeksi pada luka di gusi yang sedang mengalami proses penyembuhan. Tangan yang menyentuh gusi tidak steril dapat membawa infeksi bakteri, virus, atau jamur. Infeksi dapat masuk melalui luka pada gusi dan mengalir melalui darah masuk ke dalam tubuh. Hal tersebut bisa membuat pasien cabut gigi mempunyai kemungkinan gangguan kesehatan lain.



Mengonsumsi Makanan dan Minuman Panas
Pasien yang habis dicabut giginya dilarang makan dan minum yang panas. Disarankan untuk makan dan minum yang dingin, seperti es krim. Pantangan ini juga berkaitan dengan pembekuan darah pada gusi yang telah dicabut giginya. Proses penyembuhan dengan membekunya darah bisa gagal.

Sentuhan gusi dengan makan dan minuman panas mengakibatkan terbukanya kembali luka yang telah mengalami pembekuan. Dengan demikian, terjadi kembali  pendarahan setelah gigi dicabut. Selain itu, suhu panas pada makanan dapat memicu terjadinya infeksi dan dry socket yang menyebabkan sakit dan nyeri pada gusi.  Perhatikan makanan untuk gusi berdarah agar cepat sembuh.

Merokok dan Minum Alkohol
Pasien yang habis dicabut giginya melalui pencabutan gigi, baik secara biasa maupun dengan operasi dilarang merokok minimal 1 x 24 jam pertama sesudahnya. Meskipun bagi perokok, ini terasa berat, tetap harus dilakukan.  Pertama karena dengan merokok mulut akan melakukan gerakan mengisap gusi. Hal ini akan membuat pembekuan darah yang sudah terjadi gagal dan dapat mengakibatkan pendarahan ulang.

Yang kedua, bahaya tembakau rokok karena mengandung banyak zat kimia racun. Dengan merokok, zat kimia di dalamnya masuk ke dalam mulut dan dapat dengan mudah masuk melalui tubuh melalui luka yang belum sembuh pada gusi. Masuknya zat beracun, dapat menimbulkan masalah kesehatan baru pada tubuh pasien.

Selain itu, zat-zat rokok yang menyentuh gusi yang masih dalam masa penyembuhan dapat menimbulkan infeksi dan membuat gusi terasa nyeri dan sakit setelah gigi dicabut. Alkohol juga dilarang karena zat yang ada pada alkohol dapat menunda atau memperlama waktu penyembuhan.

Meludah
Setelah pencabutan gigi selesai dan dokter mempersilakan pasien berkumur-kumur, maka di atas gusi diberi kapas dan dilarang membukanya selama lebih kurang 30 menit. Kapas digigit di sela gusi yang telah dicabut giginya akan menekan dan membentuk pembekuan darah. Saat ini pasien dilarang meludah, meskipun terasa banyak air ludah di rongga mulut, tekanlah air ludah tersebut atau telan.

Menelan ludah, sebenarnya sering dilakukan dan tidak akan memberi efek negatif bagi tubuh. Meludah saat masih ada kapas di gusi atau sering meludah sesudahnya dapat membuat proses pembekuan darah terganggu. Pembekuan darah akan ikut terbuang bersama air ludah dan berisiko pendarahan dapat terjadi kembali.

Makan di Sisi Gigi yang Dicabut
Makan di bagian sisi yang dicabut dilarang minimal selama 1 hari. Dengan makan pada sisi gigi tersebut akan memungkinkan salah astu bagian makanan, terutama makanan yang berupa butiran masuk ke dalam gusi dan menyangkut di sela-selanya. Saat makanan masuk ke gusi, gusi akan terasa sakit dan nyeri kembali. Pembekuan darah yang terbentuk dapoat hilang karena kemudian akan ada usha pasien mengeluarkan makanan yang tersangkut di sela gusi.

Untuk memperkecil terperangkapnya makanan di sela gusi, selain dilarang makan di sisi gusi yang dicabut, sebaiknya pasien tidak mengkonsumsi makanan berupa butiran dulu, seperti nasi dan kacag-kacangan. Bila perlu pasien dapat memakan makanan lunak dan lembut selama beberapa hari. Makanan lembut seperti bubur akan membantu menghindari pengunyahan dan terperangkapnya bagian makanan di sela gusi. Setelah proses pencabutan gigi selesai sebaiknya Anda konsumsi makanan penguat tulang dan gigi.

Menyikat Gigi Dengan Keras
Saat pasien menyikat gigi selama sampai 3 hari setelahnya, dilarang menyikat gigi dengan keras pada bagian yang dicabut giginya. Bila menyikat gigi terlalu keras, maka memungkinkan terjadinya pendarahan dan infeksi.

Beberapa pantangan setelah cabut gigi di atas harus dilaksanakan agar penyembuhan gusi yang telah dicabut giginya berlangsung cepat dan tidak menimbulkan rasa nyeri atau infeksi. Ini karena infeksi pada gigi dapat merambat ke bagian tubuh lain seperti rahang, tulang, dan syaraf mata. Apabila setelah 3 hari gigi dicabut masih terasa nyeri dan berdarah, maka pasien harus segera kembali ke dokter dan mendapat penganan lanjutan.  Semoga artikel tentang pantangan setelah cabut gigi ini membantu dan bermanfaat.


4 Bahaya Karang Gigi Bagi Kesehatan Yang Harus Diwaspadai

4 Bahaya Karang Gigi Bagi Kesehatan Yang Harus Diwaspadai


Hasil gambar untuk gigi berlubang

Bahaya karang gigi bagi kesehatan sebenarnya cukup banyak sekali. Namun sebelum mengetahui apa saja bahaya dari karang gigi, tentu kita harus tau darimana sebenarnya karang gigi itu muncul dan apa saja yang bisa menyebabkan karang gigi tersebut.

Menurut pakar kesehatan gigi, karang gigi bermula dari plak gigi yang mengeras kemudian bertumbuh sedikit demi sedikit. Plak gigi sendiri merupakan hasil yang dibentuk oleh bakteri dalam mulut dengan protein serta sisa-sisa makanan yang ada pada gigi. Jadi jika dirunut lebih jauh, adanya karang gigi ini disebabkan oleh gigi yang tidak dibersihkan secara teratur dengan cara gosok gigi.

Karang gigi yang sudah terbentuk tidak bisa dihilangkan begitu saja seperti menghilangkan sisa makanan pada gigi. Namun perlu ditangani secara langsung oleh dokter gigi dengan cara scalling. Karena karang gigi itu sudah mengeras dan hanya bisa diambil dengan peralatan khusus serta menggunakan obat khusus untuk mengatasi karang gigi.

Setelah mengetahui penyebab karang gigi, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah karang gigi. Cara mencegah karang gigi adalah sebagai berikut:

Rajin sikat gigi minimal dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Melakukan flossing, yaitu membersihkan plak di sela-sela gigi menggunakan benang.
Kurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula serta tepung.
Berhentiilah merokok karena merokok bisa meningkatkan resiko karang gigi.
Setelah mengetahui bagaimana cara pencegahan dari karang gigi, berikut ini merupakan 4 bahaya karang gigi bagi kesehatan yang perlu diwaspadai.

Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung dan Stroke
Berdasarkan penelitian beberapa pakar kesehatan, orang dengan karang gigi yang tebal meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Hal tersebut dikarenakan jika kondisi gigi dan gusi kurang baik, maka bakteri yang ada di dalam plak atau karang gigi bisa menembus pembuluh darah dan akan dialirkan ke jantung.

Pertumbuhan bakteri tersebut akan membuat aliran darah menjadi tersumbat dan menjadi tidak lancar. Efek dari tersumbatnya pembuluh darah ini akan lebih besar jika yang tersumbat adalah pembuluh arteri. Jika pembuluh darah arteri yang tersumbat, maka potensi untuk terjadinya penyakit jantung dan stroke juga akan semakin tinggi.

Meningkatkan Persentase Kematian Penderita Kanker
Hingga kini memang belum ada penelitian resmi yang menunjukkan bahaya karang gigi untuk penderita kanker. Namun berdasarkan fakta yang ada, penderita kanker dengan karang gigi lebih cepat meninggal daripada yang memiliki gigi dalam kondisi sehat.

Asumsi beberapa pakar kesehatan adalah karena karang gigi dapat membuat potensi bakteri masuk dalam pembuluh darah menjadi tinggi. Sehingga bakteri yang seharusnya dilawan oleh mukosa mulut lebih dulu masuk ke pembuluh darah dan akan menimbulkan infeksi serta menghambat aliran darah.

Gigi Keropos dan Ompong
Jika kita terkena karang gigi, maka secara otomatis gigi kita akan semakin keropos. Hal ini diperparah dengan imunitas tubuh yang melawan bakteri dalam plak atau karang gigi. Bakteri tersebut akan mengeluarkan semacam cairan untuk mempertahankan diri, cairan itu justru bisa merusak gigi yang ada di sebelah karang gigi. Akibatnya gigi akan berlubang dan lama kelamaan akan habis (ompong).

Radang Gusi
Efek paling minimal dari adanya karang gigi adalah radang gusi. Radang gusi ini akan menyebabkan sakit gigi dan memang bisa dengan mudah diobati menggunakan obat radang gusi. Namun jika radang gusi ini menyerang, kita akan tidak nyaman saat makan dan minum. Selain itu untuk gigi akan menjadi lebih sensitif pada saat kita makan makanan yang dingin atau panas.

Demikian 4 bahaya karang gigi bagi kesehatan yang harus kita perhatikan. Karena efeknya sangat berbahaya, kita harus rajin menggosok gigi agar kesehatan gigi tetap terjaga. Semoga bermanfaat.

10 Penyebab Gigi Berlubang Sakit dan Keropos

10 Penyebab Gigi Berlubang Sakit dan Keropos

Gigi berlubang merupakan suatu masalah kesehatan yang terjadi pada gigi dimana hal tersebut terjadi secara permanen dan dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi. Kerusakan ini terjadi dengan timbulnya rongga di permukaan gigi yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya bakteri dalam mulut, kebiasaan sering ngemil, mengkonsumsi makanan dan  minuman yang manis, serta kebersihan gigi yang buruk.
gigi berlubangGigi berlubang dapat terjadi pada siapa saja termasuk bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang lebih tua. Anak-anak lebih rentan mengalami gigi berlubang daripada orang dewasa. Hal ini dikarenakan enamel pada gigi mereka belum matang dan keropos Gigi berlubang yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan lubang semakin membesar dan dapat mempengaruhi lapisan yang lebih dalam pada gigi.
Pada akhirnya hal tersebut dapat menyebabkan sakit gigi yang parah, terjadinya infeksi, maupun hilangnya gigi. Melakukan pemeriksaan gigi secara rutin serta membiasakan menyikat gigi secara teratur minimal 2 kali sehari merupakan perlindungan terbaik untuk mencegah terjadinya gigi berlubang.
Tanda-tanda gangguan gigi berlubang bervariasi, hal tersebut tergantung pada seberapa luas lubang yang terjadi, serta dimana letak gigi yang berlubang itu. Saat lubang gigi masih kecil, mungkin hal ini tak menunjukkan gejala apapun. Namun, saat lubang gigi mulai membesar kemungkinan besar pasien akan mengalami beberapa gejala seperti berikut :
  • Timbulnya rasa sakit pada gigi
  • Gigi lebih sensitive
  • Timbulnya rasa nyeri yang ringan hingga meningkat tajam saat makan atau minum yang terlalu manis , terlalu panas, maupun terlalu dingin.
  • Timbulnya lubang pada gigi
  • Permukaan gigi berwarna coklat, hitam, maupun putih
  • Timbulnya rasa nyeri pada saat menggigit sesuatu.
Adapun penyebab gigi berlubang antara lain adalah :

1. Bakteri

Bakteri penyebab gigi berlubang sulit untuk dihilangkan karena mereka sangat mirip dengan bakteri berbahaya lainnya yang hidup di rongga mulut. Adapun jenis bakteri penyebab gigi berlubang antara lain adalah :
  • Bakteri Lactobacillus acidophilus. Bakteri ini biasanya hidup dipermukaan gigi yang dapat menyebabkan kerusakan gigi seperti gigi berlubang pada anak-anak usia 3 hingga 12 tahun.
  • Enam spesies bakteri streptokokus. Bakteri ini menyerang permukaan halus di sisi gigi, yaitu sisi yang biasanya menyentuh gigi yang berdekatan. Lubang gigi yang timbul pada sisi ini sulit untuk terdeteksi secara visual dan biasanya dapat dideteksi dengan menggunakan sinar-x.
  • Bakteri Odontomyces viscoses. Bakteri ini hidup di belakang lidah dan menyerang daerah sementum. Sementum adalah lapisan luar yang keras dari akar gigi (bagian bawah dua pertiga dari gigi yang biasanya dikubur di tulang gigi). Akar gigi dan sementum akan terbuka dan lebih rentan terhadap serangan bakteri ini, terutama pada pasien yang telah berusia lanjut atau pada pasien dengan penyakit gusi.

2. Timbulnya plak pada gigi

Secara alami mulut kita mengandung berbagai jenis bakteri yang biasanya berkembang melalui makanan dan minuman yang mengandung beberapa zat tertentu seperti gula. Ketika kandungan zat gula tersebut tidak segera dibersihkan dari gigi, maka bakteri akan cepat menyerang gula tersebut dan memproduksi asam. Bakteri- bakteri tersebut akan membentuk plak bakteri. Plak adalah lapisan tipis (biofilm) lengket yang melapisi gigi yang mengandung mikroorganisme yang baik maupun jahat yang bergabung dengan sisa-sisa makanan. Plak terbentuk dengan tekstur agak kasar yang terlihat pada gigi belakang terutama di dekat dengan gusi. Jika plak terus menumpuk, maka hal tersebut dapat menyebabkan karang gigi.
Kandungan zat asam dalam plak dapat menghilangkan mineral gigi atau enamel gigi. Erosi ini dapat menyebabkan lubang kecil atau lubang pada enamel. Setelah enamel gigi menjadi aus, bakteri dan asam dapat mencapai lapisan gigi yang lebih dalam atau yang disebut dentin. Dentin gigi merupakan lapisan yang lebih lembut dari enamel dan memiliki sifat yang kurang tahan terhadap asam.
Pada saat kerusakan gigi terus berkembang, bakteri dan asam akan bergerak ke bagian yang lebih dalam dari gigi (pulp) yang berisi saraf dan pembuluh darah yang pada akhirnya akan membuat bagian pulp menjadi bengkak. Hal ini akan mengakibatkan sakit gigi yang parah.

3. Pola makan

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang tinggi akan kandungan karbohidrat dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi. Jenis makanan tersebut antara lain adalah cokelat, permen, gula, minuman bersoda, makanan bertepung seperti keripik, roti, pretzel, biskuit, dan lain sebagainya. Beberapa jenis obat-obatan juga dapat mengandung gula, jadi sebaiknya pilihlah jenis makanan, minuman, serta obat-obatan yang bebas gula.

4. Kebersihan mulut yang buruk

Ketika seseorang tidak teratur dalam menyikat gigi, hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi, salah satunya adalah gigi berlubang. Untuk itu, sebaiknya gigi harus di sikat minimal 2 kali sehari dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride agar terhindar dari rusaknya gigi dan bau mulut. Lubang pada gigi adalah salah satu penyebab bau mulut yang sangat kronis. Oleh karenanya membereskan masalah ini dapat di jadikan cara mengatasi bau mulut kronis.

5. Merokok

Seorang perokok aktiv dapat memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena gangguan gigi berlubang. Hal ini disebabkan kandungan dalam tembakau dapat mengganggu produksi air liur, yang mana fungsinya adalah untuk membantu menjaga permukaan gigi agar tetap bersih.

6. Mengkonsumsi alkohol

Pecandu alkohol juga dapat memiliki resiko yang tinggi untuk mengalami kerusakan gigi seperti terjadinya gigi berlubang. Hal ini dikarenakan kandungan alkohol memiliki kontribusi kerusakan enamel gigi.

7. Mulut kering

Orang-orang yang memiliki kandungan air liur yang rendah dapat memiliki resiko kerusakan gigi. Air liur merupakan salah satu zat penting yang dapat membantu untuk menjaga permukaan gigi agar tetap bersih serta dapat menetralisir asam di mulut. Beberapa jenis obat-obatan dan kondisi kesehatan dipercaya dapat menimbulkan berkurangnya produksi air liur dalam mulut, diantaranya adalah :
  • Antidepresan trisiklik (TCA)
  • Antihistamin
  • Antiepilepsi
  • Antipsikotik
  • Beta-blocker
  • Radioterapi
  • Sindrom Sjogren, yaitu suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar yang mengeluarkan cairan, seperti air mata dan kelenjar air liur.
Untuk itu, pada saat seseorang menerima pengobatan atau memiliki kondisi medis yang diketahui dapat menyebabkan mulut kering, hal yang terpenting yang harus ia lakukan adalah menjaga kebersihan mulut dengan baik dan memastikan mulut tetap terhidrasi dengan baik.

8. Kebiasaan ngemil

Dalam rangka untuk menurunkan berat badan atau untuk mempertahankan berat badan ideal, beberapa jenis diet menyarankan untuk mengkonsumsi beberapa makanan kecil setiap hari. Namun yang perlu diingat adalah, jenis camilan apapun yang didalamnya mengandung zat asam, dapat memicu terjadinya kerusakan gigi seperti gigi berlubang. Untuk itu, para ahli kesehatan gigi sangat menyarankan untuk sesegera mungkin menyikat gigi untuk membantu menghilangkan plak serta membuat mulut terasa lebih bersih.

9. Gusi surut

Seseorang yang mengalami gusi surut, hal itu dapat menyebabkan pembentukan yang terjadi di dekat akar gigi yang tidak dilindungi oleh enamel gigi, Dan hal itu akan menyebabkannya menjadi lebih rentan terhadap kerusakan gigi. Baca juga : Abrasi gigi

10. Cara menyikat gigi yang tidak benar

Cara menyikat gigi yang salah yaitu dengan menyikat gigi dari kiri ke kanan atau sebaliknya, juga dapat memicu terjadinya gigi berlubang. Untuk itu, pada saat menyikat gigi sebaiknya dilakukan dari atas ke bawah atau sebaliknya. Selain itu sebaiknya menggunakan sikat gigi yang tepat pada saat menggosok gigi agar tidak merusak email gigi. Sikat gigi yang baik adalah yang memiliki bulu yang lembut. Dan sebaiknya Anda rutin mengganti sikat gigi minimal 3 bulan sekali.

Cara mencegah gigi berlubang

  1. Mengkonsumsi gizi yang tepat. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya gigi berlubang adalah dengan mengkonsumsi gula yang lebih sederhana (sukrosa atau gula meja), karena hal itu akan dapat mengurangi jumlah bakteri yang memproduksi asam dalam mulut. Dengan mengkonsumsi kalsium, fosfor, vitamin A, D, dan C yang cukup, dapat membantu pembentukan enamel gigi yang sehat dan kuat.
  2. Menjaga kebersihan mulut. Dengan menyikat gigi secara rutin dan benar dapat membantu mengurangi kerusakan enamel gigi yang diakibatkan oleh plak. Mengkonsumsi makanan penutup seperti apel, seledri, maupun permen karet tanpa gula dapat membantu  membersihkan sisa-sisa makanan dan plak.
  3. Mengurangi kebiasaan ngemil diantara waktu makan. Setiap kali mengkonsumsi makanan ringan, hal tersebut akan diikuti oleh serangan asam pada gigi. Kebiasaan ngemil sepanjang hari dapat menyebabkan gigi dihujani zat asam secara terus menerus. Untuk itu, sebaiknya Anda mengurangi kebiasaan ngemil agar terhindar dari resiko kerusakan gigi.
  4. Penggunaan bahan-bahan yang mengandung fluoride. Penggunaan fluorida oral (tablet fluoride atau air fluoride) dapat membantu memperkuat enamel dan lapisan dentin gigi anak-anak. Fluorida dapat mengisi pori-pori enamel dewasa atau lubang gigi yang masih kecil.
  5. Penggunaan sealent. Sealant merupakan lapisan plastik yang yang dipasang pada  permukaan gigi belakang (molar dan bicuspid yang sangat efektif untuk mencegah timbulnya gigi berlubang. Prosedur ini sederhana, tidak menyakitkan, dan tidak memerlukan anestesi.

Penyebab gigi berlubang sangat banyak sekali, namun ada banyak sekali cara mencegahnya agar tidak berdampak kronis.